Jumat, 23 Desember 2011

Beasiswa ke luar Negeri

IELSP and The Things Deal With (Versinya Izzah R.N.) 12/09/2011

Ya Allah…senang sekaLi aku malam ini. Akhirnya bisa dipertemukan kembali dengan beberapa tips-tips beasiswa IELSP. Salah satunya tips versinya Mbak Izzah Rohmawati Nofitasari. Di blog beliau, ada beberapa masukan yang bagiku BERBEDA dari para alumni yang lain. And now, semangatku untuk apply beasiswa IELSP batch X, semakin menggebu-gebu, tak terkirakan :D (Insya Allah, Allah akan memudahkan jalanku. AMin…)
O iya, tanpa berpanjang lebar lagi, langsung saja nih aku posting tips beasiswa IELSP versinya Mba Izzah, yg sumbernya; http://syamsazahra.tumblr.com/ .. Bagi teman-teman yang mau baca langsung ke sumbernya, bisa juga kok. Tapi alangkah baiknya tetap bertahan di blogku ini ya, coz sudah banyak tips-tips beasiswa IELSP yang aku taruh di blogku ini. Rugi loch kalau nggak dibaca. Hehe :D
3 > 2> 1…

Assalamualaykum :)
Well guys, since I am a grantee of one of the most wanted scholarship, IELSP, I’ve got some emails, messages and other question about it. The frequently asked questions are mostly about “How is the steps and trick to get the scholarship. Since every enrollment which is held annually twice always attracts for about thousands applicant, yeah, it’s not quite easy to do.
And you’re totally wrong, if you think this scholarship requires you to be a perfect-A-scored student. To be honest, I’ve already got a quite long “Rantai Karbon” (sebutan saya untuk nilai C yang udah berantai-rantai haha) on my transcript. Somehow, good academic achievement is also required. So, for you who are still on first or second year study, prepare your self more, at least get 3 for your GPA :) .
What about the TOEFL? It seems the most scary, no? Tapi tenang aja, syarat di beasiswa ini ga tinggi-tinggi amat kok.You just need to get at least 450 ITP TOEFL score. Dan kata kakak tingkat yang juga grantee, ada grantee angkatan dia yang TOEFLnya 420. Artinya ga saklak-saklak banget. This scholarship is for  improving english academic purpose, for that reason, ada juga batas maksimal TOEFL, buat yang udah 550, kayaknya kalian emang udah ga butuh beasiswa ini kan ya hehe.
There are two steps selection you need to past before you get a call tells “hey, congratulation, you’ll leave for USA this June or October) hehhe.
First, you need to send application form and the supporting documents. FYI, the form is completely complete. So many questions you need to answer, from the standard questions which is always written on your Curriculum Vitae, to the very specific question.You also need to write down some essays. It has been told n the document that you need to give serious attention to this part, it will be the main part of the selection.
The second step is interview, you just have about 10 minutes to give explanation about question asked. To be honest I don’t know for sure, how technically the selection is. Jadi kalo ditanya, kira orang yang kayak gimana sih yang mereka cari? I completely don’t know! Since, as I told you before, see who I am, I am just a-very-so-so student. Jadi saya lebih sering menjawab “kayaknya ini sih berkat doa ibu saya, hehe”
Dan setelah saya ikut Pre Departure Orientation, dimana saya dipertemukan dengan 35 sahabat baru yang akan sama-sama berangkat ke Amerika nanti, what did I see? Everyone looks different. Kami benar-benar bukan karakter seragam sehingga bisa disimpulkan orang seperti apa kami ini. We come from very plural culture, education, characters, religions, and you know, that was amazing. Kalo bisa menerka hanya satu yang bisa saya simpulkan, kami sama-sama menyenangi dan serius dengan apa yang kami jalani sekarang. Ada teman saya yang calon dokter dan beliau concern dengan isu-isu anti rokok, ada teman saya yang sudah menentukan beliau mau concern kepada pengjaran bahasa Inggris untuk anak-anak TK, ada teman saya yang kuliah gratis jurusan akuntansi di salah satu perguruan tinggi paling mahal di negeri ini, dengan magang disana. Mereka hebat, saya tahu itu.
Dan yang saya lihat adalah the selection must be handled by profesional. Iya lah, ga mungkin banget beasiswa resmi dari Kemendagri AS ditangani amatir. Menurut Mrs. Diana Kartika Yachya (Director of IIEF) penilaian bersifat holistik, dan ga hanya memandang dari satu sisi.
Jadi intinya, be different, show your passion, and proud of your self. Kalo saya ditanya trik-trik dan persiapan mendetil, please don’t ask! you’re gonna get a very unsatisfying answer! Seriously! Karena saya ini bukan tipe orang yang teramat rinci dalam strategi, lebih banyak kepepet dan serba dadakan.Hahaha. Sekali lagi jangan ditiru! Kalo mau dapet referensi yang lebih MENCERAHKAN, saya sarankan untuk mengunjungi blog Kak Randi atau Nurona hehe. Karena pasti kalian ga mau kan dikasih saran buat ngebut nulis essay sampe jam setengah empat, padahal jam empat berkas itu udah harus dikirim karena itu hari sabtu dan hari senin harus udah ada di menara Imperium. Ga mau kan dikasih saran buat gelagapan cari pinjeman duit biaya test TOEFL yang paling lambat hari kemarin pendaftaran, yeah hari itu hari perpanjangan dan hanya nyisa satu kursi, sedangkan test berikutnya masih bulan Januari, which means saya ga bakal bisa ikut session ini, makasih :| Saya sangat menyarankan untuk tidak mencontoh itu, sangat sangat tidak menyarankan. Preapre your self, because it shows your enthusiasm :)
Somehow, my words about passion, pride, and be special, I think yo need to consider. No, I don’t have an impressive academic achievement. Somehow, I try hard to show my passion, my vision, and reasons why I do deserve this scholarship.
Saya bercerita tentang studi saya di Agrbisnis IPB, yang selalu mendorong saya untuk turut dalam pembangunan pertanian Indonesia. My biggest passion : teaching dan Inspirasi terbesar saya yaitu dua orang tua saya yang juga dulu berprofesi sebagai guru(dan mereka selamanya adalah guru bagi saya). Rencana-rencana saya mendirikan sekolah holistik, kuliah Master di Wagenigen University of Reasearch. Ya, kamu harus detil menjelaskan semuanya! Kenapa, karena tujuan mereka adalah membantumu, so, be detail on your vision. Jauh lebih mudah membantu orang-orang yang udah tau tujuannya apa kan?
Be special, itu harus. Hey, inget berkas kalian hanya satu dari ribuan berkas yang harus panitia seleksi hadapi. Jadi kalo ga ada sesuatu yang spesial yang kamu sodorkan gimana caranya mereka mau milih kamu. Ga harus outstanding di smeua bidang, you just need to show you’re different and you deserve it.
FYI, saya hanya mengirimkan 1 reference letter dari dosen. Silakan cek link Nurona, ya, semua teman saya mengirimkan lebih dari dua reference letter. Tapi saya kenapa bisa lolos, lagi-lagi, kayaknya berkat doa ibu saya hehehe. Saya hanya minta surat rekomendasi dari satu dosen, itu pun beliau masih berstatus dosen muda (saya aja lebih sering manggil beliau dengan sebutan “Mas” hehe), baru S2, bukan dosen bahasa Inggris juga.Tapi yang saya catat adalah, beliau memang sangat mahir dalam hal-hal semacam ini. Beliau berpengalaman sekolah di luar negeri, dan pastinya saya lumayan kenal dekat, bahkan dengan istri dan anaknya. Jadilah beliau cukup paham track record dan kelebihan saya. Saya pikir itu lebih penting cari dosen yang lebih memahami kita. Karena kadang legitimasi jabatan ga terlalu berpengaruh kok :D
Kalo menurut dosen saya, mungkin penilaian saya unggul di kemandirian saya. Hmm, mungkin. Sejak memutuskan kuliah di Bogor saya memang bertekad untuk tidak memberatkan orang tua saya lagi soal biaya. Alhamdulillah, seperti kata Ibu saya, “Allah itu selalu memberi rizki yang cukup untuk orang-orang yang menuntut Ilmu”. Kalimat itu super banget dan sampe detik ini, sudah 3 tahun lebih saya di Bogor, kalimat itu ga pernah menemukan celah. Kalimat itu lebih valid dri pada prostulat Einstein, saya berani bertaruh! :)
Itu juga yang saya tuliskan dengn mendetil tentang latar belakang keluarga saya, tentang semangat pendidikan yang begitu mendarah-daging pada keluarga kami. Tentang Bapak saya yang pergi ke banyak tempat untuk mendorong orang-orang sekolah yang tinggi, tentang keikhlasan Ibu saya hidup dengan perjuangan keras yang penting anak-anaknya bisa dapat pendidikan yang terbaik. Saya tulis di application form
I thank my parent for all my achievements. My parents are the greatest motivator I knew. They always support me to do something impossible. People wonder, how could my brother, my sister and I could continue our study in very prestigious institution while our parent still did not have fix job and income. My mother always said “we may not have money, but it will not stop us to get knowledges. God will always help people searching for knowledge.”
Dan satu hal yang pasti, kenapa harus takut menunjukkan agamamu? American hates ISLAM? Then why did they choose me since I wrote about my faith on my first statement?
I am a Muslim, believe in one almighty God, life beyond, and my duty as God servant to do righteous deed in this world. I live in one simple reason, I was sent as human to be blessing of universe (As my religion taught that Islam and its people should be the blessing of universe, because they have duty to make the best system civilization). My religion view is so related with values and life of my parents. They are so obedient muslims, and taught their children to be good people, helping each other and life in the right path.
Itu bener-bener saya copas dari dokumen saya lho! :) Intinya proud of your self guys, jangan pernah ngerasa minder dan malu dengan apa yang kamu punya selama kamu ga berbuat kriminal atau menyakiti orang lain. Ini normatif banget, tapi itu paten, lagi-lagi ngalahin prostulat Einstein hehe.
Dan statement saya bahwa semua ini berkat doa Ibu saya, SAYA SAMA SEKALI GA BECANDA! SAYA SERIUS! FYI, dari mulai daftar TOEFL, ikut test TOEFL, kirim berkas, sampai interview, saya ga pernah ga telepon atau sekedar sms ke rumah yang intinya selalu sama “Mom, I need your prayers” :)
Rite, Semoga tulisan ini ga semakin bikin bingung yah, karena memang sepertinya salah satu keahlian saya adalah membuat orang bingung, somehow, I have to be proud of it hahhahahaha
Don’t hesitate guys, the enrollment is already started :D
sumber: http://pujiatisari.wordpress.com/2011/09/12/ielsp-and-the-things-deal-with-versinya-izzah-r-n/#more-1190

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar